Mengenai Saya

Medan, Sumatera utara, Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN KOGNITIF SOSIAL


PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN KOGNITIF SOSIAL 
Pendekatan  behavioral dan kognitif sosial Apa yang Disebut Belajar dan yang Bukan Pembelajaran (learning) dapat didefinisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku,pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh melalui pengalaman. Tidak semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan, kemampuan itu ada sejak lahir dan tidak dipelajari. Misalnya kita tidak harus diajarkan untuk menelan makanan, berteriak, atau berkedip saat silau. Tetapi, kebanyakan perilaku manusia tidak diwariskan begitu saja. Saat anak menggunakan komputer dengan cara baru, bekerja lebih keras memecahkan masalah, mengajukan pertanyaan secara lebih baik, menjelaskan jawaban dengan cara yang lebih logis, atau mendengar dengan lebih perhatian, maka berarti dia sedang menjalani proses belajar.
 Pendekatan Behavioral Untuk Pembelajaran
  Ada beberapa pandangan tentang pengkondisian operan oleh beberapa tokoh, di antaranya:
  1. Hukum Thorndike Efek (law effect) Thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti hasil negatif akan diperlemah.
2.   Pengkondisian Operan Skinner di mana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terjadi. Imbalan dan hukuman akan lebih lanjut dijelaskan.
3.   Penguatan (imbalan) (reinforcment) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman (punsihment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

Pendekatan Kognitif Sosial Untuk Pembelajaran

Ø  Teori Kognitif Sosial Bandura
Teori kognitif sosial (social cognitive theory) menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif mungkin berupa ekspektasi murid untuk meraih keberhasilan, faktor sosial mungkin mencakup pengamatan murid terhadap perilaku orang tuanya.

Ø  Pembelajaran Observasional
Pembelajaran observasional juga dinamakan imitasi atau modeling adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

MOTIVASI, PENGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN



MOTIVASI, PENGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Perspektif tentang Motivasi Perspektif Behavioral ialah menekankan pada imbalan dan hukuman sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah kejadian atau stimuli positif/negatif yang dapat memotivasi perilaku murid. Perspektif Humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan memilih nasib mereka, dan kualitas positif.         
Prespektif tentang Motivasi
Prespektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan prespektif yang berbeda pula. Mari kita bahas 4 prespektif: behavioral, humanistis, kognitif, dan sosial.
1. Prespektif Behavioral
Prespektif behavioral menekankan imbalan atau hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.
  2. Prespektif Humanistis
Preskpektif humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka, dan kualitas positif (seperti peka terhadap orang lain).
  3. Prespektif Kognitif
Menurut prespektif kognitif, pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Prespektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan suatu tujuan.
  4. Prespektif Sosial
Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, ketertarikan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru. 
Perspektif kognitif menekankan bahwa pikiran murid akan memandu motivasi mereka. Motivasi kompetensi adalah ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien. Perspektif sosial (kebutuhan afilasi atau keterhubungan) adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman. Motivasi untuk meraih sesuatu (ekstrinsik) adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain

MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU 
Kita mulai bagian ini dengan mengeksplorasi perbedaan krusial antara motivasi ekstrinsik (eksternal) dan motivasi instrinsik (internal). Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
• Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan atau hukuman. Misalnya, murid mungkin belajar keras mengahadapi ujian untuk mendapat nilai yang baik.
 • Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Misalnya, murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu   


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS